Laman

Kamis, 05 April 2012

Mazhab-mazhab Ilmu Ekonomi

1. Mazhab Merkantilisme (Thn 1500-1800)
Tokoh-Tokoh pada masa itu antara lain:


  • Thomas Mun (1571-1641)
  • Jean Baptist Colbert (1619-1683)
Inti dari mazhab ini adalah :
  • Negara harus mendorong ekspor dan memupuk kekayaan dengan merugikan negara lainnya (tetangga)
  • Kolonisasi dan monopolisasi perdagangan harus benar-benar dapat dilaksanakan secara ketat untuk memelihara keabadian kaum koloni tunduk dan tergantung kepada negara induk
  • Penentangan atas bea, pajak dan restriksi intern terhadap mobilitas barang
  • Harus dibangun pemerintah pusat yang kuat untuk menjamin kebijaksanaan merkantilisme tsb
  • Perkembangan harus dapat diraih dan dikelola dengan dengan jalan meraih surplus sebesar-besarnya dan penerimaan ekspor barang yang melebihi belanja untuk impor barang
2. Mazhab Fisiokrat (1756)
Istilah Fisiokrat berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata Physia yang berarti alam dan kratos yang berarti kekuatan. secara harfiah berarti supremasi alam.
Tokohnya :
  • Francois Quesnay (1654-1774)
Inti dari mazhab ini adalah :
  • Pemilik tanah harus dikenakan pajak dalam bentuk satu macam pajak. 
  • Tekanan pada sektor pertanian yang produktif memungkinkan terjadinya surplus di atas nilai sumber daya yang digunakan
  • Pemerintah harus membatasi diri dalam intervensinya dalam perekonomian yang jelas bertentangan dengan kaum merkantilis maupun feodalis.
3. Mazhab Klasik
Tokohnya:
  • David Hume
  • Adam Smith
  • Ricardo
  • McCulloch
Inti dari mazhab klasik ini terletak pada gagasan bahwa pertumbuhan ekonomi berlangsung melalui interaksi antara akumulasi modal dan pembagian kerja. akumulasi modal dapat dilakukan dengan menunda atau mengurangi penjualan. Hal ini akan baru bermanfaat jika dibarengi dengan perkembangan spesialisasi dan pembagian kerja.
4. Mazhab Sosialisme
Tokohnya:
  • Saint-Simon
  • Fourier
  • Owen
  • Blanc
  • Engels dll
dalam mazhab Sosialisme, sistem pemilikan dan pelaksanaan kolektif atas faktor-faktor produksi biasanya dilakukan oleh pemerintah. Mazhab ini bersifat utopia dan sebagian besar pendukungnya adalah para filantropis (kelas menengah) yang memiliki komitmen untuk memperbaiki kehidupan para pekerja, buruh, serta kaum miskin.
Inti dari mazhab ini sangat luas cakupan sosialismenya, yaitu sosialisme utopis, sosialisme ilmiah, sosialisme negara, sosialisme anarkis, sosialisme serikat pekerja, sosialisme revisionis.
5. Mazhab Historis (1840an)
Tokohnya:
  • Friederich List (1789-1846)
  • Wilhelm Roscher (1817-1894)
Konsep ekonomi sesungguhnya merupakan prosuk perkembangan menurut sejarah kehidupan ekonomi yang khusus tumbuh disuatu negara. oleh karena itu, hukum-hukum ekonomi tidaklah mutlak, tetapi bersifat relatif atau nisbi berhubungan dengan perkembangan sosial menurut dimensi waktu dan tempat.
6. Mazhab Institusionalis (1900an)
Tokohnya :
  • Thorstein Veblen (1857-1929)
Berasal dari kapitalisme finansial, maka muncullah suatu lapisan masyarakat yang dianggap oleh Veblen sebagai "kelas santai", yaitu suatu kelas pada masyarakat lapisan atas yang berasal ari dunia industri dan keuangan.
7. Mazhab Neo-Klasik
Tokohnya :
  • Alfred Marshal dan Leon Walras
  • John Hicks
  • Paul Samuelson
mazhab ini mencoba memberi penjelasan lengkap dengan memfokuskan pada mekanisme aktual yang menyebabkan terjadinya kondisi ekonomi tersebut.
8. Mazhab Chicago
Tokohnya :
  • Frank H. Knight
  • Henry C. Simons
  • Milton Friedman, George Stigler, Gary Becker
Inti dari mazhab ini adalah ;
  • Pasar dianggap sebagai mekanisme utama dlm menyelesaikan berbagai masalah ekonomi, asal didukung kebebsan politik intelektual
  • pengelolaan administratif dan intervensi kebijakan ekonomi yang bersifat ad hoc
  • monetarisme dianggap lebih baik daripada fiskalisme dalam regulasi makroekonomi
  • kebijakan fiskal diyakini sebagai wahana yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan, namun redistribusi pendapatan bagi kalangan di atas garis kemiskinan justru akan lebih banyak menimbulkan kerugian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar